Kembali ke Era Kelam: Setting Abad Pertengahan

Doom: The Dark Ages mengambil setting yang sangat berbeda dari dua pendahulunya. Alih-alih bertempur di fasilitas futuristik Mars atau planet neraka yang terinspirasi sci-fi, game ini melempar Doom Slayer ke era abad pertengahan fantasi yang kelam — sebuah dunia di mana kastil-kastil gothic berdiri di atas lautan darah, dan makhluk-makhluk neraka menunggangi dragon mekanik raksasa.

Perpaduan estetika medieval-hell ini terasa berani dan segar. Setiap area yang kami kunjungi memiliki identitas visual yang kuat: padang pertempuran dengan katapel bertulang raksasa, labirin bawah tanah berisi altar sesembahan iblis, dan puncak menara kastil yang dihantam badai petir abadi. id Software jelas mencurahkan perhatian luar biasa pada world building kali ini.

Shield Saw: Revolusi Mekanik yang Mengubah Segalanya

Jika Doom Eternal dikenal karena sistem glory kill dan dash yang memaksa pemain bermain seperti koreografi pertempuran, The Dark Ages memperkenalkan Shield Saw — sebuah perisai gergaji yang juga berfungsi sebagai senjata melee, alat tangkis, dan proyektil boomerang yang bisa dilempar ke musuh.

Shield Saw mengubah cara fundamental pemain berpikir tentang jarak tempur. Untuk pertama kalinya dalam seri Doom, pertahanan menjadi sama pentingnya dengan serangan:

  • Parry timing: Menangkis serangan musuh tepat waktu mengisi ulang amunisi senjata yang aktif — insentif besar untuk tidak hanya dodge dan lari
  • Shield throw: Melempar Shield Saw mengarahkan gaya gravitasinya sendiri, memantul di antara beberapa musuh sebelum kembali ke tangan Slayer
  • Bash mode: Menahan tombol shield memicu serangan t突進 damage tinggi yang juga menyandera musuh selama setengah detik

Ketiga mekanik ini harus dikuasai secara bersamaan untuk bertahan di tingkat kesulitan Ultra-Violence ke atas. Dan itulah yang membuat The Dark Ages terasa seperti game yang benar-benar baru meski masih tetap 100% Doom dalam DNA-nya.

Desain Level: Brilian dari Awal hingga Akhir

Salah satu keluhan terbesar tentang Doom Eternal adalah beberapa level yang terasa lebih seperti teka-teki dressing room daripada pertempuran. The Dark Ages memperbaiki ini sepenuhnya. Setiap arena dirancang dengan logika tersendiri — posisi musuh, jumlah platform, dan distributor amunisi selalu terasa disengaja dan bukan acak.

Kami terutama terkesan dengan level "Karst Citadel" di pertengahan game, sebuah kastil vertikal tujuh lantai yang setiap pelatarannya memiliki tantangan unik. Tidak ada dua arena yang terasa sama sepanjang 12-14 jam campaign utama.

"Doom: The Dark Ages bukan sekadar sekuel. Ini adalah pernyataan bahwa id Software tidak takut merombak formula suksesnya demi pengalaman yang lebih kaya — dan dalam kasus ini, keberanian itu terbayar lunas."
— Rizky Pratama, Editor-in-Chief Elitegameportal

Musik: Mick Gordon Kembali dengan Sepenuh Hati

Mick Gordon kembali setelah ketidakhadirannya di Eternal, dan comeback-nya terasa seperti kemenangan bagi penggemar. Soundtrack The Dark Ages menggabungkan heavy metal industrial dengan instrumen orkestra abad pertengahan — pipa orgel gereja, seruling besi, dan solo gitar listrik yang diproses menjadi suara yang terdengar seperti teriakan banshee.

Setiap boss memiliki tema musiknya sendiri yang berkembang seiring pertempuran semakin intens, menciptakan experience audio yang benar-benar sinergis dengan gameplay.

Kekurangan yang Perlu Dicatat

Tidak ada game yang sempurna, dan The Dark Ages pun memiliki beberapa kelemahan kecil:

  • Tiga level awal terasa sedikit terlalu panjang sebagai tutorial area, memperlambat momentum sebelum game benar-benar terbuka
  • Mode Photomode tidak bisa diakses saat bermain di kesulitan Nightmare ke atas
  • Beberapa dialogue cutscene setelah sekuens aksi terasa terlalu panjang dan bisa dilewati hanya setelah 10 detik

Namun semua ini adalah catatan minor yang sama sekali tidak mengurangi kenikmatan game secara keseluruhan.

Kesimpulan: Layak Dimainkan?

Absolut ya. Doom: The Dark Ages adalah pencapaian desain game yang luar biasa. Dengan Shield Saw mechanic yang inovatif, level design yang konsisten brilian, soundtrack yang memompa adrenalin, dan visual yang memukau, ini adalah game yang wajib dimainkan oleh siapapun yang menyukai game aksi — bukan hanya penggemar seri Doom sebelumnya.

Pada tingkat kesulitan standar, game ini bisa diselesaikan dalam 12–14 jam. Namun New Game Plus dengan kesulitan Nightmare akan memberikan puluhan jam tambahan bagi mereka yang ingin menguasai setiap nuansa mekanik Shield Saw hingga sempurna.